Ingin konsisten dengan pola hidup sehat? Temukan Strong why-mu!





Sebuah kebiasaan baik, hanya akan memberikan dampak jika dilakukan terus menerus atau berkelanjutan. Demikian juga dengan kebiasaan mengeksekusi pola hidup sehat.


Jika boleh memilih suka-suka, saya adalah pecinta semua makanan manis, coklat, eskrim, kopi dan berbagai makanan dan minuman yang mengandung 5 P dan teman-temannya.


5 P dan teman-temannya itu adalah pemanis, pengawet, pewarna, perisa, berbagai bahan tambahan pangan lainnya beserta gula dan sumber gluten. 

Godaan untuk memakannya biasanya sangat kuat sekali.


Dan tentu saja lidah yang terbiasa memakan semua jenis bahan di atas akan merasa sangat tidak nyaman jika diajak mengecap semua bahan alami yang biasanya rasanya kebanyakan tidak menarik.😁


Setelah berbulan-bulan (pura-pura) lupa dengan berbagai kebiasaan untuk menjaga hidup sehat.


Akhirnya, saya mencoba kembali ke jalan yang benar. Mengeraskan diri melawan rasa malas, lelah, dan kantuk. 


Prosesi membuat jus campur sari ini saya lekatkan pada kebiasaan sebelum tidur, supaya suami juga bisa ikut minum. Maklum, jika saya membuat jus di siang hari biasanya suami masih di kantor. Sedangkan jika disimpan di kulkas terlalu lama, akan membuatnya teroksidasi.


Dan sungguh,

melakukan sesuatu yang tidak enak itu, butuh alasan yang kuat. Super Kuat.


Apa alasan terkuat saya? 


Saya ingin menua sebagai manusia sehat. Jika diijinkan sampai menjadi lansia, kelak saya ingin menjadi lansia yang penuh vitalitas, masih kuat naik gunung bersama cucu yang masih remaja. (Gaya banget ya, sekarang saja sudah keok kayanya🙈).


Ya, intinya, untuk bisa membersamai anak² dan mengejar semua impian kita, tentu kita butuh modal awal dan modal dasar : sehat jiwa raga.


Hehe, muluk sih memang. Tetapi terinspirasi dari kisah nenek Gamri di HT2C. 

Pada dasarnya, anak-anak tak mengharapkan banyak hal dari orang tuanya (lansia). Mereka hanya berharap para orang tuanya menua dengan sehat dan bahagia.


Begitulah, setiap orang punya beragam "strong why". 

Ada juga yang menjaga hidup sehat agar kulitnya tak cepat menua, ada juga yang beralasan jika tak menjaga pola hidup sehat badannya jadi penyakitan.


Kalau kamu, apa alasan terkuatmu menjalankan pola hidup sehat?


Yuk, temukan strong why mu, dan lakukan 1% setiap hari.


"Just do. Don't think!" kalau kata  Maverick.


Semangat!!.


Jus campursari yang ada di foto ini isinya adalah terong pirus, wortel, labu siam, dan buncis.


Menurut adik-adik saya yang jadi ketularan pengen minum setelah saya ceritakan kalau ini adalah minum skincare dari dalam😁.

 

Jus ini cukup enak. Mungkin karena ada terong pirus yang citarasanya asam. Biasanya rasa asam bermanfaat menghilangkan pahit atau langu dari sayuran mentah.


Jika teman-teman  ingin mencoba membuat jus campur sari. Cita rasanya bisa dibuat jadi agak nyaman di lidah dengan menambahkan perasan jeruk nipis atau lemon.


Oiya, buat yang belum tahu apa itu jus campur sari. Jus campursari adalah jis yang berisi berbagai jenis sayuran, apa saja. Jenis apa saja yang sedang tersedia di kulkas atau yang tersedia di tukang sayur.


Apapun jenisnya, wortel, kol, bit, tomat, labu siam, oyong, dan lainnya. Bisa dicampur dan dijus menjadi satu. Jika rasanya tak bisa diterima lidah, bisa dengan menambahkan jeruk nipis seperti yang saya tulis di atas.


Idealnya ada 5 jenis sayuran. Tapi Anda sang idealis yang sudah menganut "done is better than perfect", maka satu jenis sayur pun tak apa. Daripada tak ada sama sekali kan.

Posting Komentar

0 Komentar