Manajemen Ibu : Pentingnya Checklist, Untuk Terkelolanya Hari, Hati, dan Otak Para Ibu.

 



Tulisan ini adalah catatan belajar saya di Rumah Inspirasi saat mengikuti program Manajemen Diri @rumahinspirasi_id yang diadakan sejak 16 November 2022.


Sebagai manusia checklist, sejak jaman kuliah saya terbiasa untuk selalu memulai hari dengan membuat checklist untuk kegiatan apapun yang akan dilakukan hari itu.


Apa Saja Manfaat Checklist?


1. Membuat Otak Lebih Tenang dan Terawat.


Checklist berguna sekali saat beberapa tahun lalu, saya menjadi emak rempong yang punya 2 balita dan 1 bayi (mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan siapapun). Saat itu rasanya checklist menjadi sangat penting agar otak, hati dan paru-paru tetap berada pada tempatnyašŸ˜. Tidak bertukar tempat alias menjadi tidak waras.


Serius, saat kita lupa kalau kita punya paru-paru yang bisa dipakai untuk bernafas dengan tenang, nafas kita akan berantakan bahkan saya sampai lupa bernafas. Kondisi ini akan membuat otak reptil yang berkuasa dan otak logika non aktif, alias kita jadi sumbu pendek.


Checlist sangat baik untuk keseharian. Kita jadi punya gambaran besar dalam sehari itu mau ngapain aja.


Selain itu checklist juga sangat berguna saat mau travelling, atau mau camping atau saat mau pergi naik gunung. Apalagi buat emak yang anaknya banyak dan masih kecil-kecil. Anak-anak yang terus berseliweran dan bergantian protes atau rikues minta ini itu.

Dengan membuat checklist saya jadi punya gambaran harus membawa apa saja, serta meminimalisir ada barang yang tidak terbawa.


Sehingga Membuat Checlist saat akan berpergian pun benar-benar menjadi solusi.


Tapi jangan salah lho. Jangan dikira orang-orang yang memakai checklist adalah mereka yang otaknya lemah atau susah fokus.


Pada kenyataannya para pilot, teknisi pesawat, dokter bedah dan berbagai profesi rumit lainnya selalu menggunakan checklist sebagai standar operasionalnya agar tak ada satupun hal penting yang terlewat.


Begitu juga bagi saya, checklist sangat penting untuk menenangkan otak (supaya otak tak perlu terus menerus mengulang² mengingat apalagi yang kurang), mengurangi kecemasan (sehingga terbebas dari rasa takut ada yang terlewat, bayangkan saat mau terbang kelupaan KTP, kan repot!)


Ingat buibu. Otak juga perlu kita rawat, jangan keseringan multitasking (sambil kerja sambil sibuk berfikir setelah ini mau apalagi). Pindahkanlah ke checklist, agar otak kita tenang dan bisa lebih mindful mengerjakan segudang aktivitas harian.


2. Checklist Meningkatkan Fokus dan Produktivitas


Checklist membuat saya lebih mudah fokus karena jadi mendapatkan kejelasan saya harus mengerjakan apa saja, seperti apa urutan prioritasnya, dan juga membuat saya merasa berhasil atau "menang" saat satu per satu checklist tercentang.


Perasaan menang yang kecil-kecil ini sangat mempengaruhi perasaan "produktif" dan bahagia kita, apalagi sebagai ibu yang seluruh waktunya dipersembahkan untuk mengurus suami, anak-anak dan rumah alias IRT profesional.



Bagaimana Cara Membuat Checlist?

1. Detil, Buatlah Untuk Bisa terlaksana dalam Satu Langkah Saja


Catatan pentingnya, menulis hal-hal yang akan dilakukan itu harus detil.

Misal, tujuan besarnya belajar tentang habit of obedience. 


Maka, tulislah di checklist seperti ini : 

✅️menonton video habit of obedience di Youtube.

✅️membuat narasinya

✅️posting di blog ttg Habit of obedience.


Target besarnya harus dipecah menjadi langkah-langkah kecil, yang bisa dikerjakan dalam durasi singkat.


Sehingga kita bisa dengan mudah segera menuntaskan dan mencentangnya.

Hasilnya, kita merasa akan menang karena sudah ada progres, walau mungkin hanya langkah kecil.


Saat setiap hari berlalu seperti itu terus, perlahan kita pun akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Lumayan sekali kan, bertumbuh 1% setiap hari, dalam 1 tahun kita sudah mengalami pertumbuhan kapasitas sebanyak 365% hanya dengan melakukan hal-hal yang ada dalam checklist kita.


 Tapi jangan lupa niatnya luruskan: lillah, sebagai kewajiban sebagai hamba yang mencari ridho-Nya. Supaya, hal sederhana seperti mencoba mengatur diri dengan baik, inipun menjadi pemanggil ridho-Nya pada diri kita, menjadi amal ibadah yang tak hanya bermanfaat bagi kemajuan pribadi tetapi juga menjadi amal ibadah.

Jadi ogah rugi sekali ya. Khas emak². Paling ogah kalau segala sesuatu itu tidak multifungsi.


Singkat cerita, membuat checklist ini akan membuat kapasitas diri meningkat, hari dan kehidupan kita lebih terkelola, serta dapat pahala dari Allah SWT. Sekali dayung, 3 manfaat tergapaišŸ˜Š.


2. Tentukan 3 Hal yang Menjadi Prioritas Utama


Berikut contoh checklist harian saya. Biasanya saya menentukan 3 hal teratas yang menjadi prioritas, yang harus diutamakan, didahulukan dari berbagai ide lain tentang hal yang harus dilakukan hari itu.





Saat ketiga hal yang utama sudah dilaksanakan, otomatis kita akan lebih mudah melakukan hal kecil lainnya. Sehingga dalam 24 jam tersebut, semua target kita punya kemungkinan besar untuk tercapai.


3. Beri Perkiraan Durasi dan Seting Timer


Beri Perkiraan Durasi berapa lama waktu yang digunakan untuk melakukannya dan setel Timer.

Setelah menentukan prioritas baru kemudian saya menuliskan semua hal yang harus dan akan saya lakukan hari itu.


Jangan lupa setiap kegiatan diberi perkiraan durasi waktunya. Waktunya bisa diatur dengan menyetel timer saat sedang melakukannya.


Penetapan durasi waktu dan timer akan membuat kegiatan tak terasa berat dan lama, serta kita jadi lebih fokus.


Hal ini agar fokus kita semakin maksimal dan pekerjaan pun menjadi cepat tuntas.



Apa saja yang masuk ke dalam checklist saya?


Semua hal penting yang harus dilakukan hari itu. Bukan harapan, tapi yang harus dilakukan.


Bahkan hal rutin seperti memandikan anak, menyiapkan sarapan, saya masukin ke checklist. Karena itu memang harus dilakukan.


Dengan menuliskannya di lembar checklist saya jadi memindahkan beban yang tadinya terus menggantung di otak agar saya tidak lupa_ke kertas. Dan ini benar-benar stress release bagi saya.


Nah, ternyata..setelah ikutan program dari Rumah Inspirasi ini ada tambahan ilmu ttg checklist lagi, (seperti biasa kalau menyimak podkes mas aar itu biasanya selalu ada pencerahan baru bagi saya) :


Berikut salah satu poin yang saya tangkap dari mas aar, bahwa checklist itu ada Kriterianya, yaitu:

1. Sesuatu yang Memang penting. 

2. Bisa dilakukan dalam durasi singkat.

3. Terukur, bisa ditandai ✅️ jika sudah selesai.


Mau tahu detilnya lagi? 

Yuk, ikutan programnya tahun depan, semoga masih ada, aamiin.


Jadi sebegitu pentingnya checklist dalam manajemen diri dan keseharian emak rempong agar tetap waras, bahagia dan terkelola baik hari, hati maupun otaknya.


Yuk buibu, mari kita memulai hari dengan checlistšŸ¤—.


Padang, 18 November 2022.


Posting Komentar

0 Komentar